satuskor.com – Dalam wawancara langka dengan LUZU TV yang dipandu oleh Nicolas Occhiato dan Diego Leuco, Lionel Messi membuka pintu ke kehidupan pribadinya yang selama ini tertutup rapat. Sang legenda sepak bola mengaku bahwa dirinya adalah pribadi yang “lebih aneh dari yang orang-orang bayangkan.”
“Saya lebih aneh dari… sial. Saya sangat suka sendirian, saya menikmati kesendirian,” ungkap Messi dengan jujur. “Kekacauan di rumah dengan tiga anak berlarian ke mana-mana akhirnya membuat saya jenuh dan saya butuh momen untuk sendiri.”
View this post on Instagram
Pengaruh Messi terhadap Antonela
Dalam pengakuan mengejutkan, Messi mengungkapkan bahwa Antonela dulunya adalah pribadi yang tidak teratur. Namun seiring waktu, obsesi Messi terhadap keteraturan dan struktur perlahan mempengaruhi sang istri.
“Saya sangat terstruktur. Jika saya sudah merencanakan hari dengan cara tertentu dan tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi yang mengubah semuanya, itu mengganggu saya,” jelas Messi. “Antonela bisa menceritakan lebih banyak hal tentang keanehan saya. Itu tergantung pada mood saya, pada hal-hal kecil yang bodoh.”
Mengakui Pernah Menjalani Terapi di Barcelona
Dalam momen vulnerability yang luar biasa, Messi mengungkapkan bahwa ia pernah menjalani terapi psikologi saat masih bermain di Barcelona. Tekanan menjadi superstar global ternyata berdampak pada kesehatan mentalnya.
“Saya tidak menjalani terapi sekarang. Dulu saya melakukannya, di Barcelona,” ungkap Messi. “Saya tipe orang yang menyimpan banyak hal untuk diri sendiri, menyimpan masalah untuk diri sendiri. Saya banyak berubah sejak itu.”
Ia menambahkan bahwa dalam hal olahraga, ia banyak berbicara dengan ayahnya. “Dalam kehidupan sehari-hari, dengan keluarga saya. Saya benar-benar suka sendirian. Ketika anak-anak berlarian di rumah, ada banyak kebisingan.”
Kisah Cinta Masa Kecil dengan Antonela
Untuk pertama kalinya secara publik, Messi merefleksikan perjalanan romantis hubungannya dengan Antonela, dari tumbuh bersama di Rosario hingga menjadi salah satu pasangan selebriti paling dikagumi di dunia.
Messi menjelaskan bahwa ia lebih suka gestur cinta yang privat daripada ekspresi publik yang besar. Ia mengaku sulit untuk mengungkapkan kasih sayang secara terbuka. Namun, dengan ketulusan yang lembut, Messi mengakui bahwa sejak awal ia tahu Antonela adalah “wanita dalam hidup saya.”
Poin-Poin Penting dari Interview:
- Messi mengaku “lebih aneh dari yang orang kira”
- Sangat menyukai kesendirian dan waktu untuk diri sendiri
- Pernah menjalani terapi di Barcelona karena tekanan
- Mempengaruhi Antonela untuk lebih teratur
- Sulit mengungkapkan kasih sayang secara publik
- Tahu sejak awal Antonela adalah “the one”
Kehidupan Normal di Tengah Kemasyhuran
Meski menjadi fenomena global dengan 662 juta followers di Instagram (terbanyak di dunia), Messi berusaha menjalani kehidupan senormal mungkin di rumah.
“Tentu saja, ketika saya masuk ke rumah saya, bersama keluarga saya, saya mencoba menjadi ayah yang normal, suami yang normal, seperti orang lain, menjalankan tanggung jawab yang kita semua miliki sebagai ayah, sebagai suami, dan menjadi orang normal,” ujarnya.
“Saya sangat mengagumi bagaimana Antonela menangani kehidupan sehari-hari. Dia selalu dalam mood yang baik dan menghadapi masalah dengan luar biasa. Dia sangat cerdas dan well-rounded dalam semua aspek kehidupan,” – Lionel Messi tentang Antonela Roccuzzo
Persiapan 2026: Tahun yang Menentukan
Saat tahun 2026 berlanjut, Messi memiliki target untuk musim sukses lainnya di Miami setelah kemenangan MLS Cup pertama mereka, sambil mencoba membantu Argentina mempertahankan mahkota Piala Dunia mereka, kali ini di Amerika Utara.
Kontrak Messi dengan Miami berlaku hingga 2028, dan mereka dijadwalkan memulai kampanye 2026 melawan LAFC pada 22 Februari mendatang. Dengan dukungan penuh dari Antonela dan keluarga, Messi siap menghadapi tantangan besar di tahun ini.
Interview ini memberikan pandangan langka tentang Messi sebagai manusia, bukan hanya sebagai legenda sepak bola – seorang suami dan ayah yang berusaha menyeimbangkan kehidupan luar biasa dengan keinginan untuk normalitas.





